Desa Sambirejo Digitalisasi Desa

Sinar dari Desa Terpencil Sambirejo

1 November 2022


Kisah suatu desa yang dulunya terpuruk sebagai wilayah miskin menjadi desa yang memiliki segudang potensi ekonomi yang bejibun, itu dialami oleh warga Desa Sambirejo di Kecamatan Prambanan, Sleman.

Wajar memang, letak desa yang terpencil sekaligus kondisi lahan yang kurang subur adalah penyebabnya. Tapi jika kalian sekarang ke sana, semua telah berubah. Warga telah menemukan nilai ekonomi yang ada di daerahnya bahkan menggarapnya dengan sangat optimal. Dari sebelumnya warga memanfaatkan kekayaan alam dengan menambang batu alam, semenjak operasi penambangan dihentikan, jenis usaha dan profesi baru bermunculan. Ini diakibatkan oleh meleknya warga sekitar pada warisan dan cagar budaya yang terpendam di tanah kelahiran mereka.

Batu alam yang ada di Sambirejo berkat dampak lahar dari gunung merapi tidak selalu tersedia,lama-kelamaan akan terkikis dan habis. Meskipun pengelolaan tambang batu alam sudah dimulai sejak zaman nenek moyang, akan tetapi warga tidak bisa menampik bahwa ketersediaanya terus menyusut.

Oleh karena itu warga Sambirejo memutar otak untuk beralih dan meninggalkan jejak artefak nenek moyangnya, tetapi tetap bisa menghasilkan sesuatu yang ekonomis untuk setiap individu yang hidup disana.Pengelolaan batu alam menjadi sebuah kerajinan menambah nilai jual, selain itu batu alam tidak akan cepat terkikis habis. Limbah yang dihasilkan dari pemotongan batu alam juga dapat dimanfaatkan menjadi pasir. Sehingga untuk pengrajin batu alam ini tidak ada dampak dari limbah yang digunakan hanya terdampak suara bising pada saat pembuatan kerajinan. 

Tidak berhenti disitu, warga membentuk batu alam menjadi destinasi wisata bernama Tebing Breksi. Ditetapkannya destinasi wisata Tebing Breksi dari bekas penambangan batu alam warga ternyata memiliki panorama indah. Fakta ini bisa dilihat dari pengunjung yang menikmati keindahan alam Tebing breksi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, Desa Sambirejo sedari dulu memiliki warisan sejarah seperti Candi Ijo, Candi Barong, Candi Nigiri, dan Candi Duwung, hingga Sumur Bandung.

Jangan heran jika destinasi tersebut bisa bersaing dengan destinasi lain sekitaran DI Yogkarta semisal jalan Malioboro dan Candi Borobudur. Pasalnya warga dan jajaran pejabat daerah sangat antusias untuk mengembangkan bisnis pariwisata di desa Sambirejo. Desa Sambirejo mendapat dukungan dari Pemerintahan Daerah dan juga Investor. Contohnya semenjak menang sebagai desa BRIlian. Bank BRI dengan senang hati mendampingi warga untuk memajukan desanya. Melalui Literasi bisnis yang mencakup peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha serta diberikan kebutuhan para pelaku UMKM.

Pada tanggal 06 maret 2022, Direktur Jenderal Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd mendatangi desa Sambirejo untuk melakukan peninjauan kembali proyek Desa Digital. Pada pembukaan acara Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd menyampaikan bahwa Kelurahan Sambirejo sudah memaksimalkan penataan infrastruktur tingkat desa terutama dalam hal digitalisasi.

Program yang didalangi Kemkominfo melalui Direktorat Layanan Aplikasi Informatika

Pemerintahan ini memasukan desa Sambirejo sebagai salah satu desa yang diikutsertakan. Dengan begitu, operator dan pemerintahan desa Sambirejo mendapat bimbingan teknis ihwal layanan dan teknologi yang berbasis online/digital. Supaya tata pemerintahan ataupun sistem informasi dapat dilakukan secara online. Kini untuk mendapat informasi terkait desa Sambirejo, siapapun bisa mengaksesnya dengan satu kali klik di desasambirejo.smartvillagenusantara.id. 

Dengan berasaskan visi dan misi menyelenggarakan pemerintahan melalui prinsip-prinsip good governance yang diantaranya :

akuntabilitas, pengawasan, daya tangkap, profesionalisme, efisiensi dan efektivitas, wawasan ke depan, partisipasi, dan penegakan hukum. Selama ini, desa Sambirejo telah mengoptimalkan digitalisasi bersama Smart Village Nusantara Telkom, diantaranya menggunakan aplikasi, website, dan social media. Dalam penggunaan website, sudah tersedia dua yang satu terintegrasi dengan Pemerintahan Kabupaten Sleman dan satunya lagi dengan Telkom Indonesia. Untuk social media, berfungsi dalam mempermudah penyebaran informasi dan komunikasi dengan masyarakat.

Kemenparekraf juga ikut andil dalam membangun perkembangan desa Sambirejo. Dengan mengadakan kegiatan Literasi Keuangan Desa Wisata, berniat meningkatkan PDB Pariwisata, devisa, dan nilai ekspor. Melalui usaha parawisata dan ekonomi kreatif, penting menerapkan pengetahuan dalam mengelola keuangan desa wisata.  Paham soal lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur,manfaat, risiko, hak dan kewajiban serta memberikan

pemahaman konsep mengelola keuangan pribadi dan bisnis kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif jadi capaian utamanya.
Bangkit dari keterpurukan, bertekad untuk memajukan suatu wilayah, dan usaha-usaha lainya yang dilakukan segenap warga yang mendiami desa Sambirejo harus jadi tauladan untuk desa-desa lainnya. Selalu ada alternatif dari segala kebuntuan dan keterbatasan. Desa yang dulunya tergolong miskin, kini beralih rupa menjadi desa yang amat maju dengan segudang prestasi yang telah diraih. Desa Cerdas, Desa Digital! #SohibDigital, Mari bersama majukan Desa mu bersama Smart Village Nusantara!



Bagikan berita ini


Berita Lainnya

Telkom Living Lab Smart City Nusantara
Jl. Gunung Sahari Raya No.53, Jakarta Pusat
Living Lab Smart City Nusantara
 
© 2020, Smart Village Nusantara. Hak Cipta Dilindungi